Langsung ke konten utama

Postingan

Wajah Tanpa Ekspersi

Sering sekali orang berfikir kalau aku adalah orang yang tidak ramah dan jahat... ah... nampaknya kalian belum mengenal aku wajahku tidak sama sekali mencerminkan isi hatiku, aku terlalu pandai menyimpan apa yang aku rasakan sehingga terkadang orang lain hanya bisa melihat wajah tanpa ekspresiku. Bukan salahku kalau tidak bisa menyampaikan perasaanku dengan baik aku hanya terlalu takut dan tidak percaya dengan apa yang orang lain fikirkan bila tau apa yang sedang aku rasakan karena trauma dimasa lalu yang membuatku seperti saat ini ketika aku mulai percaya dan berani mengatakan tentang apa yang ada di dalam diri ini maka orang itu akan menjauh atau setidaknya mereka akan menyalahkan aku habis-habisan. Menyakitkan memang bila kita hanya butuh tempat bersandar dan bercerita malah di berikan tanggapan yang membuat perasaan ini semakin hancur, banyak orang yang mencoba meykinkanku untuk bercerita namun lagi-lagi mereka mengecewakanku, sekali lagi.. aku hanya butuh didengar.
Postingan terbaru

Ledakan

Terlalu sering disakiti membuatku merasa menjadi orang bodoh yang selalu saja mudah percaya dan dilukai terus menerus, padahal belum lama aku diberi luka oleh sesorang yang aku anggap dapat di percaya sekarang aku diberi luka lagi oleh dia yang aku anggap dapat menyembuhkan lukaku kemarin. Ternyata aku salah, dia yang aku anggap dapat menyembuhkan malah membuat luka baru. Aku merasa bodoh, aku merasa hina kenapa bisa semua itu terjadi semudah dan secepat ini. Sekarang aku takut untuk memulai sesuatu yang baru dengan sesorang yang baru. Semat terlintas di benakku untuk menjadi jahat dan ingin sekali merasakan menjadi orang yang mencampakan sesorang, namun lagi-lagi aku gagal ternyata aku tidak bisa bertindak sejahat itu. Masih ada rasa kasihan yang aku miliki terhadap mereka yang pernah menyakitiku. Sekarang aku berada dimasa untuk memilih tinggal atau pergi meninggalkan perasaan bodoh ini, aku merasa menyukai sahabatku yang dengan bodohnya dia menciumku. Sudah lama sekali harus aku a...