Langsung ke konten utama

Ledakan

Terlalu sering disakiti membuatku merasa menjadi orang bodoh yang selalu saja mudah percaya dan dilukai terus menerus, padahal belum lama aku diberi luka oleh sesorang yang aku anggap dapat di percaya sekarang aku diberi luka lagi oleh dia yang aku anggap dapat menyembuhkan lukaku kemarin. Ternyata aku salah, dia yang aku anggap dapat menyembuhkan malah membuat luka baru. Aku merasa bodoh, aku merasa hina kenapa bisa semua itu terjadi semudah dan secepat ini. Sekarang aku takut untuk memulai sesuatu yang baru dengan sesorang yang baru. Semat terlintas di benakku untuk menjadi jahat dan ingin sekali merasakan menjadi orang yang mencampakan sesorang, namun lagi-lagi aku gagal ternyata aku tidak bisa bertindak sejahat itu. Masih ada rasa kasihan yang aku miliki terhadap mereka yang pernah menyakitiku.
Sekarang aku berada dimasa untuk memilih tinggal atau pergi meninggalkan perasaan bodoh ini, aku merasa menyukai sahabatku yang dengan bodohnya dia menciumku. Sudah lama sekali harus aku akui bahwa aku pernah menyukai dirinya namun perasaan itu menghilang seiring berjalannya waktu tapi dengan bodohnya sore itu tanpa berpikir panjang kami berciuman dan membuatku merasa kembalih jatuh cinta dengannya. Aku sempat takut dia meninggalkanku setelah apa yang terjadi ia pun meyakinkaku bahwa semuanya akan baik-baik saja dan akan tetap bersamaku namun aku merasa apa yang dia ucapkan hanya pemanis agar aku tidak khawatir karena nyatanya sekarang dia pelan-pelang akan mencampakkanku dengan segala tingkahnya yang mundur perlahan-lahan membuatku takut, sedikit ada rasa rindu tapi sulit untuk disampaikan karena keadaan yang sebenarnya sudah berubah namun dipaksakan baik-baik saja. Kalau memang dia memliki perasaan terhadap diriku hasurnya bersikap selayaknya orang yang berjuang bukan menghindar dan sembunyi seperti ini membuatku khawatir dan takut.

Komentar