Terlalu
sering disakiti membuatku merasa menjadi orang bodoh yang selalu saja mudah
percaya dan dilukai terus menerus, padahal belum lama aku diberi luka oleh
sesorang yang aku anggap dapat di percaya sekarang aku diberi luka lagi oleh
dia yang aku anggap dapat menyembuhkan lukaku kemarin. Ternyata aku salah, dia
yang aku anggap dapat menyembuhkan malah membuat luka baru. Aku merasa bodoh,
aku merasa hina kenapa bisa semua itu terjadi semudah dan secepat ini. Sekarang
aku takut untuk memulai sesuatu yang baru dengan sesorang yang baru. Semat
terlintas di benakku untuk menjadi jahat dan ingin sekali merasakan menjadi
orang yang mencampakan sesorang, namun lagi-lagi aku gagal ternyata aku tidak
bisa bertindak sejahat itu. Masih ada rasa kasihan yang aku miliki terhadap
mereka yang pernah menyakitiku.
Sekarang aku berada
dimasa untuk memilih tinggal atau pergi meninggalkan perasaan bodoh ini, aku
merasa menyukai sahabatku yang dengan bodohnya dia menciumku. Sudah lama sekali
harus aku akui bahwa aku pernah menyukai dirinya namun perasaan itu menghilang
seiring berjalannya waktu tapi dengan bodohnya sore itu tanpa berpikir panjang
kami berciuman dan membuatku merasa kembalih jatuh cinta dengannya. Aku sempat
takut dia meninggalkanku setelah apa yang terjadi ia pun meyakinkaku bahwa
semuanya akan baik-baik saja dan akan tetap bersamaku namun aku merasa apa yang
dia ucapkan hanya pemanis agar aku tidak khawatir karena nyatanya sekarang dia
pelan-pelang akan mencampakkanku dengan segala tingkahnya yang mundur perlahan-lahan
membuatku takut, sedikit ada rasa rindu tapi sulit untuk disampaikan karena
keadaan yang sebenarnya sudah berubah namun dipaksakan baik-baik saja. Kalau
memang dia memliki perasaan terhadap diriku hasurnya bersikap selayaknya orang
yang berjuang bukan menghindar dan sembunyi seperti ini membuatku khawatir dan
takut.
i wrote anything about my feeling
Komentar
Posting Komentar